QQDEWABET – Menemukan Materi Untuk Beriklan di Facebook

Dalam mulai proses campaign untuk materi agen judi online,

Anda perlu untuk tahu, siapa yang layak mendapatkan manfaat inti tersebut

Setelah Anda menemukan/menciptakan value dari produk Anda, maka Anda perlu untuk merinci, membuat daftar, siapa kira-kira orang yang akan mengucapkan “terima kasih” jika Anda menyampaikan manfaat tersebut kepada mereka.

  • Umurnya?
  • Jenis kelaminnya?
  • Pekerjaannya?
  • Hobinya?
  • Gadget yang digunakan?
  • Bahasa yang dipakai sehari-hari?
  • Dimana mereka tinggal?
  • dsb.

Semakin Anda mampu mendefinisikan ini, akan semudah proses Anda beriklan. Jika Anda belum yakin, buatlah beberapa daftar kira-kira, asumsi-asumsi awal. Ini sangatlah penting. Kenapa? Karena Facebook Ads hanyalah sebuah media untuk memperluas jangkauan manfaat dari produk yang Anda miliki, agar bisa dinikmati lebih banyak orang. Nah jika kita salah menentukan penerima manfaat dari produk kita, tentu produk Anda akan kurang mendapatkan respon. Anda menjual jilbab kepada perempuan, tentu akan lebih terbayang manfaat dan keindahan jilbab itu di benak mereka daripada Anda iklankan kepada pria.

 

 

judi online terpercaya

Saya sering melakukan proses ini dengan salah satu Mind Tool yang bernama brainstorming. Untuk market luar negeri, website yang menjadi andalan saya dalam meriset ecommerce adalah sbb:

Sedangkan untuk market dalam negeri, Anda bisa memanfaatkan website berikut ini:

Saya yakin Anda banyak yang menganggap “yah.. itu kan website biasa aja. Apanya sih yang diriset dari situ?”. Jawaban saya 1: TESTIMONIAL. Anda harus belajar dari testimonial mereka semua yang ada disana. Apa yang mereka puji, apa yang mereka keluhkan, apa yang menjadi pertanyaan mereka, bahan diskusi mereka, dan sebagainya. Ini hal penting yang amat sangat sering dilupakan.

QQDEWABET – Untung Mana Pakai Google Ads atau Facebook Ads ?

agen judi bola

Di artikel ini saya ingin sedikit mengupas tentang perbandingan Facebook Ads dan Google Ads (atau Google Adwords) berdasarkan pengalaman pribadi saya.

Sejauh ini, Google Adwords adalah paid traffic utama saya untuk menaikan website judi online. Adwords adalah iklan yg lebih dikhususkan pada pencarian di search engine GOOGLE.

Memang ada beberapa fitur lain seperti Display Network (iklan yang muncul di website orang lain, bisa berbentuk teks, gambar bahkan video) tapi saya belum pernah coba dan tidak tertarik karena secara logika itu sifatnya lebih ke branding.

Selama ini saya selalu menggunakan fitur search only dimana intinya ketika visitor searching sesuatu di google maka website kita akan nongol di hasil pencarian Google, asal kita memang menargetkan kata kunci tersebut.

Perbandingan Tingkat Konversi

Nah kalau soal Tingkat Konversi (atau Conversion Rate), Google Ads kalau dibanding dengan Facebook Ads yang target marketnya berdasarkan interest & demography maka saya bisa klaim bahwa Adwords jauh lebih targetted dan lebih convert.

Di facebook, audience (target market) ditawarkan sesuatu produk/jasa yang dia belum tentu ingin beli meskipun sudah masuk dalam interest / hal-hal yang menarik baginya.

Beda halnya dengan Google Adwords dimana biasanya visitor yang search suatu produk, biasanya sudah sangat spesifik banget. Tingkat level ingin membelinya sudah sangat tinggi ke produk/jasa tersebut, sehingga itulah sebabnya kenapa konversi bisa jauh lebih tinggi di Google Ads dibandingkan FB Ads.

Untuk tingkat konversi dengan Google Adwords, biasanya saya perkiraan di angka rata-rata 1% s/d 5% dari total traffic yang masuk. Artinya dari 100 klik, keyword yang sesuai target / buying keyword, penjualan bisa terjadi 1 – 5 order.

Kriteria Website dan Keyword

Untuk bisa mencapai konversi seperti itu, tentu ada syaratnya. Yang pertama adalah Landing Page atau website Anda harus tampak profesional dan Trust di mata visitor. Sebuah website yang trust atau terpercaya itu menurut saya berdasarkan desain yang cukup bagus, informasi konten yang lengkap, ada real testimoni (lebih baik), ditambahkan mungkin bukti pengiriman atau foto stok produk.

Tentunya lebih baik jika ada tulisan/watermark di gambar-gambar testimoni atau stok produk tersebut yang secara tidak langsung membuat calon buyer yakin bahwa Anda bukan seller abal-abal.

Selain soal landing page yang trust, faktor kedua adalah pemilihan keyword (kata kunci pencarian). Ini adalah sesuatu yang faktor penting berikutnya.

Saya biasanya tidak pernah fight di keyword-keyword general yang belum di level Buying Keyword. Saya hanya fight di keyword-keyword yang sudah termasuk di level buying keyword (spesifik produk banget).

Apakah Masih Bagus Pakai Google Adwords Sekarang?

Saya ingat tahun 2012-2014 adalah masa-masa jaya-jayanya saya menggunakan Google Adwords. Konversi waktu itu bisa mencapai 5% s/d 20% dari total traffic yang masuk. Hal ini disebabkan dulu belum banyak penjual (tingkat persaingan masih sangat minim) dan marketplace belum banyak yang populer.

Walaupun sebenarnya Anda tidak perlu terlalu khawatir juga tentang hal itu karena masih banyak buyer-buyer baru yang belum tahu tentang MP (Market Place) atau masih bingung dengan marketplace dan juga banyak yang ingin chit chat dulu dengan Seller langsung.

Itulah kenapa market di Indonesia ini masih terbuka sangat lebar, apalagi pengguna internet di level buyer semakin bertambah dengan cukup signifikan, artinya peluangnya masih sangat luas.

Dan soal produk, Tidak pernah ada kata HABIS! Selalu ada produk baru yang lahir setiap hari.

Pengalaman saya riset 1 jam aja bisa ketemu 5-10 keyword baru yang sangat layak untuk dinaikan .

 

Berapa angka CPC agar tidak rugi? Semurah-murahnya tentunya, di kasus saya dengan ratusan campaign, ada banyak iklan yang CPC dibawah Rp 100 perak.

Standar murahnya CPC menurut saya itu di harga Rp 300 perak ke bawah. Memang ada beberapa yang cukup mahal bahkan sampai Rp 1500 an/klik. Nah yang mahal seperti ini biasanya yang saya pantau terus untuk analisa apakah profit atau rugi? Kalo masih profit saya terusin, kalau rugi saya turunin harga biddingnya.

Jelas dengan menurunkan bidding, traffic akan turun karena rata-rata posisi iklan otomatis akan turun juga. Intinya saya menyerah jika CPC nya sudah terlalu mahal (diatas Rp 1500).  Jadi Max CPC saya turunin, kalo dapat klik ya syukur, gak dapat ya sudah.

Ada paradigma yg beredar bahwa Adwords itu iklannya mahal dan Bidding harus selalu dinaikan setiap saat karena competitor terus bertambah.

Logikanya sih begitu, tapi sebenarnya malah bisa sebaliknya apabila jika Anda pantau dan utak atik setiap beberapa waktu apalagi jika bisa dipantau setiap hari, maka hasilnya bisa lebih murah secara signifikan.

Berikut tips dan strategi yang saya lakukan agar bidding iklan jadi murah:

  • Memantau AVG Position (rata-rata peringkat iklan), QS (Quality Score) dan CTR (Click-thru Rate) hampir setiap hari. Jika posisi AVG Position masih diatas 3.0 (antara 1.0 – 2.9), CTR diatas 7% dan QS dari setiap keyword 8 keatas maka Max CPC Bid nya akan saya turunkan lagi sebesar Rp 100 s/d Rp 300 (tergantung case).
  • Kalau besoknya masih bagus lagi (AVG Pos, CTR & QS) nya maka saya turunin lagi sampai ketemu nilai CPC rata-rata dibawah Rp 300 (angka 300 perak kebawah sudah cukup ideal menurut saya). Tapi kadang saya masih belum puas juga dan ingin selalu dibawah 100 perak, hehe..
  • Apa yg terjadi jika setelah Max CPC nya diturunkan, ternyata AVG Post, CTR & QS menjadi jelek? Ya dinaikin lagi Rp 100 s/d Rp 200. Cek lagi besoknya, turunin dan naikin dan begitu terus sampai ketemu AVG CPC yang kita harapkan..

 

Kelemahan Google Adwords dan Kelebihan Facebook Ads

Salah satu kelemahan utama Adwords adalah jumlah search yang terbatas. Jadi jika volume search (buying keyword search) nya cuma segitu-gitu saja, ya traffic nya akan segitu-gitu aja. Tidak mungkin bisa menambah jumlah klik kecuali fight  di keyword-keyword general / umum.

Tapi tentu saja jika fight di keyword general, akan dipastikan konversi akan menurun dan budget akan membengkak, kecenderungan untuk rugi jadi sangat-sangat tinggi.

Beda dengan Facebook yang memang audiencenya tidak terbatas sehingga jika mau diperluas lagi audiencenya akan selalu bisa.

 

Kekurangan Facebook Ads

Saya ga sukanya FB Ads adalah FB Ads ini makan duitnya serem banget. Biaya iklan FB Ads biasanya luar biasa besar.

Dan soal upaya/kerja CS, saya pastikan lebih pegel CS nya FB Ads (khususnya yg main FB Ads method PPE) karena traffic yang luar biasa banyak tapi konversi tidak terlalu tinggi jika dibandingkan dengan Adwords.

Bisa diadu dan dibuktikan dengan mengkalkulasikan mereka-mereka yang main FB ads dengan method CTW (Click to Website atau Traffic Objective). Coba deh cek dari total click, konversinya brp %? Bandingkan dengan Adwords yang bisa mendapatkan konversi 1% s/d 5% dari total klik.

Selain makan duitnya serem, FB Ads itu algoritmanya sangat dinamis, cepat banget berubah dan AME Attack (akun bisa di blokir). Kalo saya bandingkan jauh banget dengan Adwords yang dari dulu algoritmanya cukup statis alias gitu-gitu aja.

Soal support pun FB Ads ini masih lumayan parah, jauh banget jika kita bandingkan dengan support dari Google Adwords yang sangat care dengan Advertiser nya.

Malah mereka sering telpon ke advertisernya dan sering memberi masukan-masukan yang baik untuk meningkatkan performa iklan dan mengajari fitur-fitur barunya.

Buka-bukaan Biaya Iklan Google Ads dan Facebook Ads

Salah satu partner bisnis saya di toko online (dengan sistem sharing profit) yang fokus di FB Ads (ilmunya menurut saya cukup expert di FB Ads) pada bulan April kemaren menghabiskan Rp 78 juta untuk iklan di FB Ads (itu sebulan ya!)

Bagi saya sekalipun, cost iklan segitu bikin ngerii.. Memang net profitnya masih ok banget sih sekitar Rp 90 juta pada bulan April kemaren. Tapi total budget iklannya itu loh yang bikin merinding.

Sedangkan saya yg memanage kurang lebih 200-250 an campaign di Adwords hanya spend biaya iklan sekitar Rp 25 jt s/d Rp 30 jt per bulan (dari 4 adwords account).

Tapi kalau soal Net Profit, kalau saya hitung, masih diatas bisnis dengan partner saya dengan FB Ads itu. Kita berdua pegang Store n Manajemen yang berbeda.

Kapan Pakai Facebook Ads?

Saya sendiri masih menggunakan FB Ads juga, karena dapat beberapa campaign yang sudah winning, tapi budget murah banget, paling di sekitar Rp 150 ribu per hari untuk sekitar lebih kurang 5 campaign (5 produk).

Biasanya produk-produk yang saya iklankan menggunakan FB Ads ini adalah produk-produk yang CPC di Adwordsnya sudah ga kira-kira mahalnya (diatas Rp 2000 per klik).

Sebabnya karena memang kadang di Adwords sendiri ada beberapa produk yang meskipun sudah diutak-atik cukup lama, tetap aja CPC nya mahal, karena faktor kompetisi produk tersebut di Adwords. Nah ini yang biasanya saya arahkan pakai FB Ads.

Selain itu ada juga produk-produk yang search volumenya kecil tapi menarik dan eye catching secara gambar, ini juga ada yang saya iklankan di FB Ads ( karena memang di adwords kurang cocok untuk produk seperti ini).

Metode FB Ads yang saya gunakan kebanyakan adalah CTW (Click To Website) atau Traffic Objective dengan mengandalkan Lookalike Audience yang didapat dari Pixel.

Tetapi sejauh ini, saya masih merasa FB Ads itu jauh lebih kompleks dibandingkan Adwords yang lebih mudah menurut saya.

3 Kunci Keberhasilan Bermain Facebook Ads

QQDEWABET Berdasarkan pengalaman saya selama berada di dunia mareting khususnya untuk marketing social media, saya menyimpulkan ada 3 kunci yang benar – benar harus Anda kuasai ketika ingin beriklan dengan Facebook Ads.

Tanpa memahami makna 3 kunci ini agar bisa memenangkan permainan judi bola online yang ada, maka saya cukup yakin bahwa anda hanya akan membuang lebih banyak uang untuk beriklan tanpa hasil yang memuaskan

Lalu apa saja 4 kunci sukses beriklan di facebook..???

  1. Manfaatkan Fitur – Fitur Facebook Ads Yang Canggih
  2. Bagaimana Menciptakan Campaitn Iklan Yang Menarik Untuk Target Audience
  3. Pahami Karakter dan Sifat Target Audience Anda

Saya akan bahas satu persatu agar anda mendapatkan penjelasan yang lebih detail.

1. Pahami Karakter Target Audience Anda

judi online

Salah satu fitur istimewa dari Facebook Ads adalah kemampuannya untuk membidik target audience dengan sangat spesifik, berdasarkan demography, geography, timing, behaviour, dan connection.

  • Demography: usia, jenis kelamin
  • Geography: lokasi (negara, kota besar, jangkauan mil)
  • Timing: hari dan jam berapa iklan anda aktif
  • Behaviour: pengguna mobile, tablet, smartphone, wifi based, digital marketer, dsb
  • Connection: membidik teman – temannya dari fans anda / tidak membidiknya

Oleh karena itu, sebelum Anda mulai beriklan… pastikan dulu bahwa Anda sudah benar-benar kenal karakter dari target audience yang ingin Anda targetkan.

Apa yang dimaksud dengan karakter target audience Anda?

Saya langsung berikan contoh ya agar lebih jelas, hehe…

Misalkan: saya ingin beriklan untuk jasa pembuatan jas pengantin pria untuk calon pengantin, harga pembuatan jas nya berkisar Rp 5 – 15 juta per set dan lokasi workshop saya ada di Jakarta dan Bandung.

Berdasarkan bisnis saya diatas, maka saya dapat membuat sebuah deskripsi tentang karakter audience yang ingin saya bidik di Facebook sebagai berikut:

  • Usia: 25 – 35 thn
  • Gender: laki – laki
  • Lokasi: Jakarta dan Bandung
  • Interest: bridal, wedding, wedding magazine, wedding photography, wedding ring
  • Connection: teman – teman nya dari Fans Page Anda
  • Behaviour: pengguna mobile, yang pakai smartphone berbasis IOS saja

Untuk dapat mengetahui lebih jelas seperti apa karakter target audience ini, memang seringkali Anda harus melakukan riset terlebih dahulu.

Biasanya yang saya lakukan adalah saya browsing ke website-website kompetitor untuk membaca konten-konten di dalamnya dan berusaha untuk mengenali lebih dalam dunia tersebut.

Pertanyaan-pertanyaan yang biasanya muncul di benak saya ketika saya sedang melakukan riset target audience adalah:

  • Target audience kita itu biasanya tertariknya dengan hal apa saja ya?
  • Secara usia dan jenis kelamin, mereka itu seperti apa?
  • Website apa saja yang sering mereka kunjungi ketika tertarik dengan produk saya?
  • Topik diskusi apa yang masih berhubungan erat dengan produk yang saya jual?
  • Kebiasaan mereka sehari-harinya ngapain saja ya di online?
  • Apa saja profesi / pekerjaan mereka?
  • Barang apalagi yang mereka butuhkan sebagai pelengkap produk saya?

Dari pertanyaan – pertanyaan diatas, Anda akan mendapatkan gambaran lebih luas tentang target audience Anda sehingga ketika memasang iklan, Anda dapat membidik jangkauan yang cukup spesifik. Hal ini penting untuk menghemat biaya beriklan Anda.

Lalu pertanyaan selanjutnya, apakah ada tool yang dapat Anda gunakan untuk melakukan riset terhadap target audience Anda? Kalau bisa gratis & handal hehehe…

Kabar baik untuk Anda adalah jawabannya ADA!! 🙂

Ada tool gratis dan handal yang bisa Anda gunakan untuk mendapatkan informasi tentang target audience ini yang akan jelaskan berikut ini.

Jadi ketika ingin mengetahui karakter audience yang ingin saya bidik, biasanya saya mengamati website kompetitor yang menjual produk yang identik dengan produk yang saya jual.

Misalkan Anda ingin menjual barang-barang kebutuhan bayi, seperti susu, botol susu, alat perlengkapan bayi, mainan edukasi bayi dan seterusnya maka Anda perlu cari tahu website lain yang sudah terlebih dahulu menjalankan bisnis tersebut di online, seperti http://qqdewabet.com

Dengan mengetahui seperti apa orang – orang yang mengunjungi website permainan judi bola , maka Anda akan mendapat gambaran lebih jelas tentang karakter target audience yang identik dengan yang akan Anda bidik.

Salah satu cara mengetahuinya adalah dengan menggunakan tool yang bernama Google Display Planner (GDP). Tool ini dapat memberikan gambaran yang lebih jelas kepada kita tentang karakter orang-orang yang mengunjungi sebuah website tertentu.

google display planner banner

Walaupun hasil yang ditampilkan tidak bisa dijadikan pedoman 100% tapi dari sini Anda sudah dapat gambaran yang lebih spesifik dan bisa Anda jadikan salah satu acuan untuk membidik target audience anda.

Untuk lebih jelasnya, saya berikan langkah – langkahnya sebagai berikut:

  1. Buka akun Google Adwords Anda di http://Adwords.Google.com

Bagi Anda yang belum memiliki akun adwords, silahkan lakukan registrasi terlebih dahulu seperti biasa (gratis).

  1. Klik menu “Tools” dan pilih “Display Planner”

google display planner 1

  1. Masukkan nama website kompetitor anda di kolom “Your customer are interested in”

google display planner 2

  1. Pilih lokasi “Indonesia” dan atur bahasanya ke “English & Indonesia” karena cukup banyak orang Indonesia yang menggunakan settingan Bahasa Inggris di akun google nya

google display planner 3

  1. Lalu akan muncul tampilan seperti di gambar berikut ini

demografi di google display planner

Dari gambar diatas, Anda bisa mendapatkan banyak insight atau petunjuk tentang karakter orang-orang yang mengunjungi website kompetitor anda, dalam contoh ini adalah orang – orang yang mengunjungi website bilna.com

Anda bisa lihat data – data mulai dari kelompok usia, jenis kelamin dan juga darimana mereka biasanya mengakses web tersebut, sebagai contoh diatas kebanyakan adalah pria, usia 18 – 34 tahun dan lebih banyak mengakses via mobile dibandingkan desktop / PC.

Hal ini mungkin berbeda dari apa yang sebelumnya Anda pikirkan dimana kita biasanya berpikir bahwa yang mengakses website kebutuhan baby pastilah kebanyakan wanita.

Tapi dengan melihat data diatas Anda jadi dapat insight baru ternyata ada kemungkinan Anda dapat membidik pria juga yang artinya suami – suami dari istri yang memiliki anak ternyata juga mengakses web tersebut.

Selain demografi, Anda juga dapat lihat data lainnya seperti website lain apalagi yang suka dikunjungi oleh orang – orang tersebut (klik menu “placements”) dan juga topik – topik apa saja yang masih berhubungan dengan website tersebut (klik menu “topic”).

placement di google display planner

Memang data diatas tidak 100% dapat dijadikan pedoman utama karena kalau Anda perhatikan masih ada data – data yang statusnya “unknown” yaitu ada sejumlah data yang belum didapatkan oleh google, karena data yang diberikan oleh google ini adalah data yang didapat ketika seseorang browsing dengan kondisi akun googlenya aktif (login ke gmail).

Setelah mengetahui cara pakai google display planner, mungkin beberapa dari Anda bertanya:

Pak… GDP itu kan dipakai ketika saya sudah tahu nama website kompetitor nya kita apa, nah… bagaimana saya tahu apa saja website kompetitor di indonesia misalkan?

Cara yang paling mudah adalah Anda ketikkan saja kata kunci yang berhubungan dengan produk yang akan anda jual di google.co.id dan lihat apa saja nama website yang muncul di halaman pertama.

searching di google

Cara lainnya adalah Anda bisa gunakan tool online (website based) bernama www.SimilarWeb.com. Anda masukkan salah satu nama website kompetitor (misalkan qqdewabet.com) & tool ini akan memberitahukan Anda apa saja nama – nama website lainnya yang identik dengan nama website yang baru saja Anda masukkan.

 

Selain itu, tool ini dapat menginformasikan interest dari para pengunjung website tersebut juga seperti gambar dibawah ini. Saya sarankan Anda untuk praktek tool ini untuk mendapat gambaran lebih jelasnya.

 

2. Bagaimana Membuat Iklan Yang Menarik Untuk Target Audience

Memahami format iklan yang Anda buat amatlah penting. Seperti yang Anda ketahui bahwa secara garis besar, format iklan yang kita pasang di facebook terdiri dari 2 komponen utama, yaitu:

  1. Teks
  2. Gambar

contoh-iklan-fb

Dua komponen (teks dan gambar) inilah yang akan paling terlihat di facebook orang lain ketika iklan Anda tayang dan ini sangat menentukan performa iklan Anda.

Bayangkan kalau Anda beriklan hanya dengan menuliskan kata-kata biasa yang bersifat jualan dan gambar seadanya (mungkin karena Anda tidak dpat mengedit foto) hampir dapat dipastikan respon dari target audience Anda akan sangat rendah dan inilah yang kebanyakan terjadi pada kenyataannya.

Oleh karena itu bila Anda mampu membuat iklan yang powerfull (strategi gambar + teks), maka iklan Anda akan dilihat & diklik oleh semakin banyak orang yang melihatnya bahkan Anda bisa mendapatkan efek viral dari iklan tersebut kalau Anda bisa mempadukan kombinasi teks dan gambar yang sangat menarik

Salah satu tool yang dapat Anda gunakan untuk membuat gambar dengan mudah adalah www.Canva.com. Silahkan anda registrasi gratis disana dan bereksplorasi dengan fitur – fitur yang telah disediakan seperti template – template gambar yang sudah ready.

3. Manfaatkan Fitur – Fitur Facebook Ads Yang Canggih

Sejak berdiri sampai hari ini, Facebook selalu mengalami perubahan dan terus memperbaiki semua fiturnya mulai dari interface yang semakin mudah digunakan, sampai dengan fitur – fitur Facebook Ads yang semakin canggih.

Seperti yang Anda ketahui bahwa salah satu sumber income terbesar facebook sampai saat ini adalah melalui Facebook Advertising-nya. Hal ini tentu membuat Facebook secara konsisten melakukan pengembangan untuk fitur advertising tersebut.

Fitur – fitur advertising terbaru dari facebook, adalah:

Custom Audience

custom audienceApabila Anda memiliki database seperti email dari customer Anda sebelumnya, maka dengan menggunakan custom audience yaitu Anda dapat memasukkan list email tersebut ke dalam Facebook dan Facebook akan mendeteksi siapa saja dari database tersebut yang memiliki akun Facebook.

Sehingga hal ini memungkinkan Anda membidik target audience mereka yang ada di list email Anda dan aktif di facebook.

Retargeting

retargeting_iconAnda sebagai advertiser atau pemasang iklan dapat membidik ulang orang – orang yang telah mengunjungi website Anda, sehingga setelah mereka mengunjungi website Anda dan masuk ke Facebook maka mereka akan melihat iklan Anda di facebook.

Fitur seperti ini dinamakan retargeting. Itu sebabnya Anda pasti pernah merasa heran kenapa kok setelah datang ke website A, kok jadi sering lihat iklan perusahaan A. Itulah fitur Retargeting yang sedang bekerja 🙂

Conversion Tracking

conversion trackingDengan fitur conversion tracking, Anda dapat mengetahui berapa banyak jumlah orang yang membeli produk Anda dengan cara memasukannya ke keranjang belanja di website  Anda.

Atau Anda mau mengetahui jumlah orang yang mengisi formulir yang telah disediakan sehingga Anda tahu seberapa efektif iklan Anda. Inilah fungsi fitur Conversion Tracking.

Lookalike Audience

lookalikes audienceFitur terbaru ini mampu menciptakan target audience baru yang memiliki kemiripan karakter dengan audience lama Anda.

Jadi misalkan Anda sudah memiliki data seperti list email customer dan banyak fans di page Anda maka Anda dapat langsung menciptakan kelompok target audience baru secara otomatis & menggunakannya sebagai target audience di iklan baru Anda.

 

Jadi bisa Anda lihat, apabila Anda mengerti kegunaan masing-masing fitur diatas dan strategi optimasinya, Anda akan mendapatkan calon customer yang jauh lebih berkualitas di Facebook dan tentu saja membantu Anda untuk mencapai omset penjualan yang lebih tinggi.

4. Bagaimana Cara Mengkonversi Yang Tepat

Setelah iklan Anda berjalan, biasanya Anda mulai mendapatkan cukup banyak orang yang melihat dan merespon iklan anda. Pada tahap ini Anda harus memahami bagaimana cara agar orang – orang yang merespon iklan Anda ini pada akhirnya menjadi tertarik dan membeli produk Anda.

konversi penjualan

Hal inilah yang saya namakan sebagai cara untuk “mengkonversi” calon customer menjadi customer loyal anda untuk seterusnya.

Sebagai contoh, saya memiliki pengalaman pribadi dimana saya menjual produk fisik dengan mengandalkan FB Ads sebagai satu – satunya channel marketing.

Pada awalnya saya senang karena banyak orang yang lihat iklan saya, masuk ke BBM / WA dan bertanya – tanya tentang harga, spek produk dan sebagainya. Tapi berjalan 3 – 5 hari saya malah jadi frustasi karena yang tanya itu banyak (add pin BBM 20 – 30 perhari) tapi kalau bicara penjualan itu nol besar.

CustomerServiceSejak saat itu saya terus mencari tahu sebenarnya masalah itu terletak di bagian mana dan ternyata kemampuan dari staf CS yang kita pekerjakan memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap konversi penjualan. Untuk poin yang satu ini, banyak orang seringkali menganggap enteng. Mereka biasanya berpikir bahwa dengan hire staf CS untuk membalas setiap pertanyaan dari customer saja sudah cukup.

Pada kenyataannya hal itu masih jauh dari cukup kalau Anda benar – benar ingin mendapatkan penjualan yang luar biasa. Apalagi ketika kita bandingkan antara online dan offline, ternyata staf CS untuk mengurus usaha online itu jauh lebih kompleks daripada hire tenaga CS untuk mengurus usaha offline.

Mengapa demikian?

Karena kalau staf CS offline bekerja, kita sebagai pengawas dapat melihat dengan mata secara langsung kinerjanya di lapangan. Apakah ucapannya sopan, sudah tepat atau ada yang kurang.

Tapi kalau staf CS online tiap hari kerjanya adalah chatting di BBM / WA sehingga lebih sulit memantau apa saja yang ditulis di bbm antara CS kita dengan calon customer.

Oleh karena itu, saya mencoba memberikan beberapa tips kepada Anda agar penjualan Anda lebih optimal, yaitu:

Interview calon customer service (CS) yang tepat

Ketika Anda interview, pastikan Anda memperhatikan lokasi tinggal si CS dan jarak tempuh dari rumah dia ke kantor Anda. Stamina yang lemah sangat mengganggu performa CS Anda di kantor seharian

Background pendidikan & pengalaman kerja perlu ditanyakan lebih jauh & minta agar dia mempraktekkan langsung cara melayani customer yang semestinya, untuk melihat sejauh mana kemampuan si CS.

Lihat juga kepribadiannya CS, sebaiknya pilih CS yang suka berbicara agar dia tidak merasa lelah ketika harus banyak handle banyak customer.

Prioritaskan customer yang tepat

Ketika customer Anda sudah mulai banyak yang bertanya, Anda harus dapat memprioritaskan calon customer yang tepat sehingga dapat terjadi penjualan dalam waktu yang lebih cepat, tanpa harus menambah banyak – banyak CS lagi.

Kuasai product knowledge

Ini mutlak harus dikuasai oleh CS Anda, oleh karena itu pastikan skill CS Anda sesuai & lebih baik lagi kalau memang si CS ada passion dengan produk yang akan dijualnya.

Inisiatif & cepat

Respon yang cepat dan memuaskan akan sangat membantu percepatan penjualan saat ini dan untuk jangka panjang karena pada dasarnya kita sebagai customer sangat suka diprioritaskan dan diperhatikan.

Disamping beberapa tips diatas, Anda juga harus memahami bahwa Anda perlu melakukan testing pada tahap awal beriklan untuk melihat tipe iklan seperti apa yang ternyata bekerja dengan baik terhadap target audience kita.

Kebanyakan orang yang saya perhatikan, mereka menjalankan Facebook Ads secara general targeting dan ketika berjalan 3 – 5 hari tidak ada penjualan, maka mereka stop beriklan dan mengklaim bahwa Facebook tidak efektif untuk channel marketing. Hal seperti ini tentu tidak tepat apabila Anda ingin benar – benar mendapatkan hasil yang maksimal dari Facebook Ads.

Jadi itulah rangkuman 4 kunci sukses beriklan di FB Ads dari pengalaman saya selama ini, yaitu:

  1. Pahami Karakter Target Audience Anda
  2. Bagaimana Membuat Iklan Yang Menarik Untuk Target Audience
  3. Manfaatkan Fitur – Fitur Facebook Ads Yang Canggih
  4. Bagaimana Cara Mengkonversi Yang Tepat

Tentu saja masing – masing kunci diatas ada banyak detil yang harus dipelajari dan diperdalam lagi untuk memperoleh hasil yang maksimal. Dengan terus berlatih dan berjalannya waktu, Anda akan mulai mengenali metode yang tepat sasaran dengan Facebook Ads.

Semoga dengan adanya artikel ini dapat memberikan Anda wawasan yang lebih terbuka akan Facebook Ads, bahwa bukan masalah Facebook itu channel yang efektif atau tidak efektif untuk beriklan tapi justru lebih kepada apakah Anda tahu cara membuat iklan Facebook yang efektif atau tidak.

“Everything Can Works When You Know How to Steering It”

Sebelum mengakhiri artikel ini, saya ingin sampaikan satu hal penting. Berdasarkan pengalaman saya sebagai tim asistensi/mentoring banyak kali di workshop MilyarderTokoOnline.com, saya sering mendapat pertanyaan dari peserta dimana mereka ingin sekali mengetahui lebih dalam dan terperinci tentang Facebook Ads ini.

Oleh karena itu, saya bersama tim BBI berencana membuat sebuah materi video yang menjelaskan tentang Facebook Marketing dengan lebih mendetail.

Jadi ada dua pertanyaan (anggap saja kuesioner) yang saya ingin feedback Anda yaitu:

Apakah Anda ingin tahu lebih banyak? Kalau iya, maka tolong tinggalkan komentar dibawah ini ya agar saya mengetahui seberapa banyak ketertarikan Anda dengan Facebook Ads.

Atau apakah Anda mengalami kesulitan selama beriklan di Facebook? Sampaikan saja di kolom komentar di bawah ini dan saya akan berusaha menjawab pertanyaan Anda pada video yang akan saya buatkan selanjutnya.

Akhir kata, terima kasih karena Anda telah membaca hingga akhir artikel ini. Semoga artikel ini memberikan manfaat yang besar buat Anda.

Salam Sukses,