QQDEWABET – Menemukan Materi Untuk Beriklan di Facebook

Dalam mulai proses campaign untuk materi agen judi online,

Anda perlu untuk tahu, siapa yang layak mendapatkan manfaat inti tersebut

Setelah Anda menemukan/menciptakan value dari produk Anda, maka Anda perlu untuk merinci, membuat daftar, siapa kira-kira orang yang akan mengucapkan “terima kasih” jika Anda menyampaikan manfaat tersebut kepada mereka.

  • Umurnya?
  • Jenis kelaminnya?
  • Pekerjaannya?
  • Hobinya?
  • Gadget yang digunakan?
  • Bahasa yang dipakai sehari-hari?
  • Dimana mereka tinggal?
  • dsb.

Semakin Anda mampu mendefinisikan ini, akan semudah proses Anda beriklan. Jika Anda belum yakin, buatlah beberapa daftar kira-kira, asumsi-asumsi awal. Ini sangatlah penting. Kenapa? Karena Facebook Ads hanyalah sebuah media untuk memperluas jangkauan manfaat dari produk yang Anda miliki, agar bisa dinikmati lebih banyak orang. Nah jika kita salah menentukan penerima manfaat dari produk kita, tentu produk Anda akan kurang mendapatkan respon. Anda menjual jilbab kepada perempuan, tentu akan lebih terbayang manfaat dan keindahan jilbab itu di benak mereka daripada Anda iklankan kepada pria.

 

 

judi online terpercaya

Saya sering melakukan proses ini dengan salah satu Mind Tool yang bernama brainstorming. Untuk market luar negeri, website yang menjadi andalan saya dalam meriset ecommerce adalah sbb:

Sedangkan untuk market dalam negeri, Anda bisa memanfaatkan website berikut ini:

Saya yakin Anda banyak yang menganggap “yah.. itu kan website biasa aja. Apanya sih yang diriset dari situ?”. Jawaban saya 1: TESTIMONIAL. Anda harus belajar dari testimonial mereka semua yang ada disana. Apa yang mereka puji, apa yang mereka keluhkan, apa yang menjadi pertanyaan mereka, bahan diskusi mereka, dan sebagainya. Ini hal penting yang amat sangat sering dilupakan.

QQDEWABET – Untung Mana Pakai Google Ads atau Facebook Ads ?

agen judi bola

Di artikel ini saya ingin sedikit mengupas tentang perbandingan Facebook Ads dan Google Ads (atau Google Adwords) berdasarkan pengalaman pribadi saya.

Sejauh ini, Google Adwords adalah paid traffic utama saya untuk menaikan website judi online. Adwords adalah iklan yg lebih dikhususkan pada pencarian di search engine GOOGLE.

Memang ada beberapa fitur lain seperti Display Network (iklan yang muncul di website orang lain, bisa berbentuk teks, gambar bahkan video) tapi saya belum pernah coba dan tidak tertarik karena secara logika itu sifatnya lebih ke branding.

Selama ini saya selalu menggunakan fitur search only dimana intinya ketika visitor searching sesuatu di google maka website kita akan nongol di hasil pencarian Google, asal kita memang menargetkan kata kunci tersebut.

Perbandingan Tingkat Konversi

Nah kalau soal Tingkat Konversi (atau Conversion Rate), Google Ads kalau dibanding dengan Facebook Ads yang target marketnya berdasarkan interest & demography maka saya bisa klaim bahwa Adwords jauh lebih targetted dan lebih convert.

Di facebook, audience (target market) ditawarkan sesuatu produk/jasa yang dia belum tentu ingin beli meskipun sudah masuk dalam interest / hal-hal yang menarik baginya.

Beda halnya dengan Google Adwords dimana biasanya visitor yang search suatu produk, biasanya sudah sangat spesifik banget. Tingkat level ingin membelinya sudah sangat tinggi ke produk/jasa tersebut, sehingga itulah sebabnya kenapa konversi bisa jauh lebih tinggi di Google Ads dibandingkan FB Ads.

Untuk tingkat konversi dengan Google Adwords, biasanya saya perkiraan di angka rata-rata 1% s/d 5% dari total traffic yang masuk. Artinya dari 100 klik, keyword yang sesuai target / buying keyword, penjualan bisa terjadi 1 – 5 order.

Kriteria Website dan Keyword

Untuk bisa mencapai konversi seperti itu, tentu ada syaratnya. Yang pertama adalah Landing Page atau website Anda harus tampak profesional dan Trust di mata visitor. Sebuah website yang trust atau terpercaya itu menurut saya berdasarkan desain yang cukup bagus, informasi konten yang lengkap, ada real testimoni (lebih baik), ditambahkan mungkin bukti pengiriman atau foto stok produk.

Tentunya lebih baik jika ada tulisan/watermark di gambar-gambar testimoni atau stok produk tersebut yang secara tidak langsung membuat calon buyer yakin bahwa Anda bukan seller abal-abal.

Selain soal landing page yang trust, faktor kedua adalah pemilihan keyword (kata kunci pencarian). Ini adalah sesuatu yang faktor penting berikutnya.

Saya biasanya tidak pernah fight di keyword-keyword general yang belum di level Buying Keyword. Saya hanya fight di keyword-keyword yang sudah termasuk di level buying keyword (spesifik produk banget).

Apakah Masih Bagus Pakai Google Adwords Sekarang?

Saya ingat tahun 2012-2014 adalah masa-masa jaya-jayanya saya menggunakan Google Adwords. Konversi waktu itu bisa mencapai 5% s/d 20% dari total traffic yang masuk. Hal ini disebabkan dulu belum banyak penjual (tingkat persaingan masih sangat minim) dan marketplace belum banyak yang populer.

Walaupun sebenarnya Anda tidak perlu terlalu khawatir juga tentang hal itu karena masih banyak buyer-buyer baru yang belum tahu tentang MP (Market Place) atau masih bingung dengan marketplace dan juga banyak yang ingin chit chat dulu dengan Seller langsung.

Itulah kenapa market di Indonesia ini masih terbuka sangat lebar, apalagi pengguna internet di level buyer semakin bertambah dengan cukup signifikan, artinya peluangnya masih sangat luas.

Dan soal produk, Tidak pernah ada kata HABIS! Selalu ada produk baru yang lahir setiap hari.

Pengalaman saya riset 1 jam aja bisa ketemu 5-10 keyword baru yang sangat layak untuk dinaikan .

 

Berapa angka CPC agar tidak rugi? Semurah-murahnya tentunya, di kasus saya dengan ratusan campaign, ada banyak iklan yang CPC dibawah Rp 100 perak.

Standar murahnya CPC menurut saya itu di harga Rp 300 perak ke bawah. Memang ada beberapa yang cukup mahal bahkan sampai Rp 1500 an/klik. Nah yang mahal seperti ini biasanya yang saya pantau terus untuk analisa apakah profit atau rugi? Kalo masih profit saya terusin, kalau rugi saya turunin harga biddingnya.

Jelas dengan menurunkan bidding, traffic akan turun karena rata-rata posisi iklan otomatis akan turun juga. Intinya saya menyerah jika CPC nya sudah terlalu mahal (diatas Rp 1500).  Jadi Max CPC saya turunin, kalo dapat klik ya syukur, gak dapat ya sudah.

Ada paradigma yg beredar bahwa Adwords itu iklannya mahal dan Bidding harus selalu dinaikan setiap saat karena competitor terus bertambah.

Logikanya sih begitu, tapi sebenarnya malah bisa sebaliknya apabila jika Anda pantau dan utak atik setiap beberapa waktu apalagi jika bisa dipantau setiap hari, maka hasilnya bisa lebih murah secara signifikan.

Berikut tips dan strategi yang saya lakukan agar bidding iklan jadi murah:

  • Memantau AVG Position (rata-rata peringkat iklan), QS (Quality Score) dan CTR (Click-thru Rate) hampir setiap hari. Jika posisi AVG Position masih diatas 3.0 (antara 1.0 – 2.9), CTR diatas 7% dan QS dari setiap keyword 8 keatas maka Max CPC Bid nya akan saya turunkan lagi sebesar Rp 100 s/d Rp 300 (tergantung case).
  • Kalau besoknya masih bagus lagi (AVG Pos, CTR & QS) nya maka saya turunin lagi sampai ketemu nilai CPC rata-rata dibawah Rp 300 (angka 300 perak kebawah sudah cukup ideal menurut saya). Tapi kadang saya masih belum puas juga dan ingin selalu dibawah 100 perak, hehe..
  • Apa yg terjadi jika setelah Max CPC nya diturunkan, ternyata AVG Post, CTR & QS menjadi jelek? Ya dinaikin lagi Rp 100 s/d Rp 200. Cek lagi besoknya, turunin dan naikin dan begitu terus sampai ketemu AVG CPC yang kita harapkan..

 

Kelemahan Google Adwords dan Kelebihan Facebook Ads

Salah satu kelemahan utama Adwords adalah jumlah search yang terbatas. Jadi jika volume search (buying keyword search) nya cuma segitu-gitu saja, ya traffic nya akan segitu-gitu aja. Tidak mungkin bisa menambah jumlah klik kecuali fight  di keyword-keyword general / umum.

Tapi tentu saja jika fight di keyword general, akan dipastikan konversi akan menurun dan budget akan membengkak, kecenderungan untuk rugi jadi sangat-sangat tinggi.

Beda dengan Facebook yang memang audiencenya tidak terbatas sehingga jika mau diperluas lagi audiencenya akan selalu bisa.

 

Kekurangan Facebook Ads

Saya ga sukanya FB Ads adalah FB Ads ini makan duitnya serem banget. Biaya iklan FB Ads biasanya luar biasa besar.

Dan soal upaya/kerja CS, saya pastikan lebih pegel CS nya FB Ads (khususnya yg main FB Ads method PPE) karena traffic yang luar biasa banyak tapi konversi tidak terlalu tinggi jika dibandingkan dengan Adwords.

Bisa diadu dan dibuktikan dengan mengkalkulasikan mereka-mereka yang main FB ads dengan method CTW (Click to Website atau Traffic Objective). Coba deh cek dari total click, konversinya brp %? Bandingkan dengan Adwords yang bisa mendapatkan konversi 1% s/d 5% dari total klik.

Selain makan duitnya serem, FB Ads itu algoritmanya sangat dinamis, cepat banget berubah dan AME Attack (akun bisa di blokir). Kalo saya bandingkan jauh banget dengan Adwords yang dari dulu algoritmanya cukup statis alias gitu-gitu aja.

Soal support pun FB Ads ini masih lumayan parah, jauh banget jika kita bandingkan dengan support dari Google Adwords yang sangat care dengan Advertiser nya.

Malah mereka sering telpon ke advertisernya dan sering memberi masukan-masukan yang baik untuk meningkatkan performa iklan dan mengajari fitur-fitur barunya.

Buka-bukaan Biaya Iklan Google Ads dan Facebook Ads

Salah satu partner bisnis saya di toko online (dengan sistem sharing profit) yang fokus di FB Ads (ilmunya menurut saya cukup expert di FB Ads) pada bulan April kemaren menghabiskan Rp 78 juta untuk iklan di FB Ads (itu sebulan ya!)

Bagi saya sekalipun, cost iklan segitu bikin ngerii.. Memang net profitnya masih ok banget sih sekitar Rp 90 juta pada bulan April kemaren. Tapi total budget iklannya itu loh yang bikin merinding.

Sedangkan saya yg memanage kurang lebih 200-250 an campaign di Adwords hanya spend biaya iklan sekitar Rp 25 jt s/d Rp 30 jt per bulan (dari 4 adwords account).

Tapi kalau soal Net Profit, kalau saya hitung, masih diatas bisnis dengan partner saya dengan FB Ads itu. Kita berdua pegang Store n Manajemen yang berbeda.

Kapan Pakai Facebook Ads?

Saya sendiri masih menggunakan FB Ads juga, karena dapat beberapa campaign yang sudah winning, tapi budget murah banget, paling di sekitar Rp 150 ribu per hari untuk sekitar lebih kurang 5 campaign (5 produk).

Biasanya produk-produk yang saya iklankan menggunakan FB Ads ini adalah produk-produk yang CPC di Adwordsnya sudah ga kira-kira mahalnya (diatas Rp 2000 per klik).

Sebabnya karena memang kadang di Adwords sendiri ada beberapa produk yang meskipun sudah diutak-atik cukup lama, tetap aja CPC nya mahal, karena faktor kompetisi produk tersebut di Adwords. Nah ini yang biasanya saya arahkan pakai FB Ads.

Selain itu ada juga produk-produk yang search volumenya kecil tapi menarik dan eye catching secara gambar, ini juga ada yang saya iklankan di FB Ads ( karena memang di adwords kurang cocok untuk produk seperti ini).

Metode FB Ads yang saya gunakan kebanyakan adalah CTW (Click To Website) atau Traffic Objective dengan mengandalkan Lookalike Audience yang didapat dari Pixel.

Tetapi sejauh ini, saya masih merasa FB Ads itu jauh lebih kompleks dibandingkan Adwords yang lebih mudah menurut saya.